PENANGANAN TERKINI NYERI TULANG BELAKANG
Sabtu, 3 Oktober 2009, pukul 08.00 - 15.00
University Club, Universitas Gadjah Mada
Sasaran:
Dokter dan dokter spesialis
Perawat
Dokter muda dan aners
Mahasiswa kedokteran dan keperawatan
Pembicara:
dr. Tedjo Rukmoyo, SpOT-Spine, FICS
dr. Rizal Irvan S. Pohan, SpOT-Spine
dr. Agus Hadian Rahim, SpOT-Spine
dr. Tjuk Risantoso, SpB, SpOT-Spine
Prof. dr. H. R. Subroto Sapardan, SpB, SpOT-Spine
dr. Luthfi Gatam, SpOT-Spine
dr. Komang Agung irianto S., SpOT-Spine
dr. Arsanto Tri Widodo, SpOT-Spine
dr. H. Edy Moeljono, SpRad (K) RA
Fasilitas:
1. Akreditasi IDI
2. Seminar Kit
3. Snack dan Makan Siang
Pendaftaran:
Sdri. Novin, Kantor Instalasi Rawat Jalan RS Panti Rapih, telp. (0274) 514845 Ext. 332
dr. Arian, RS Panti Rapih, telp. (0274) 514845 Ext. 347 HP 085292660040
Sekr. SMF Orthopaedi dan Traumatologi RS DR Sardjito - FK UGM telp. (0274) 515054
Rp 50.000 untuk semua peserta, tersedia 300 tempat duduk
Kamis, 27 Agustus 2009
Selasa, 25 Agustus 2009
Jumlah Target PPDS BK thn 2009- ini mgkn blm terisi semua, jd sisa kuotanya buat thn dpn-
Teman2 solidaritas 2002 ini ada info ttg PPDS BK....
PEMBAGIAN 1740 BEASISWA PESERTA DIDIK PPDS BK ( 2009 )
No Program study 2009
1 IPD 13 x 20 = 260
2 Anak 13 x 20 = 260
3 Bedah 14 x 20 = 280
4 Obsgyn 13 x 20 = 260
5 Anaestesi 9 x 20 = 180
6 Patologi Klinik 9 x 10 = 90
7 Jantung 7 x 5 = 35
8 Kul-Kel 11 x 5 = 55
9 Mata 11 x 5 = 55
10 Paru 6 x 5 = 30
11 Jiwa 9 x 5 = 45
12 Radiologi 6 x 10 = 60
13 Syaraf 10 x 5 = 50
14 THT 10 x 5 = 50
15 Rehab Medik 6 x 5 = 30
Jumlah 1740
Direncanakan sampai dengan tahun 2010 sebanyak 6000 beasiswa dari DEPKES.
NB : Cara bacanya 13 x 20 = 260
13 ( jumlah fakultas yang membuka Program Spesialisasi tersebut, misalnya: IPD )
20 ( jumlah maksimal beasiswa yang diberikan pada 1 FK bidang tersebut )
260 ( jumlah total PPDS seluruh fakultas yang menerima beasiswa di bidang tersebut )
PS : ini baru targetnya, belum tentu keisi semua. Makanya … daftar aja, sayang atuh.
Kalo mau hubungi PPDS BK...bs ke sekretariat POKJA PDSBK Gd. DEPKES lt 5 telp. 021-5214089. Bs ketemu dgn Ibu Mila, Pak Tanto, Bu Dani, PAk Tohari, Pak Imam. krn kl kt mengharapkan informasi dr dinkes bisa2 kita kelewatan lg periode berikut… krn kdg2 sosialisasi di Dinkes Provinsi dan kab/kota srg terlambat.
saya berharap kita semua solidaritas 2002 bs saling memberi info dan saling membantu... jika tmn2 semua sukses..rasa bangga dan ikut senang ada di hati kami. Keberanian dan nekat adalah awal keberhasilan.. ayo jgn menyerah... buat tmn2 agar tdk terpaku di UGM saja..klo periode oktober ini memang blm bs daftar ugm.. daftar aja solo/UNS, Unair-sby, Undip-smg... ayo tetap semangat!!!
-Viva Solidaritas 2002-
agusjati/ 10272 :)
PEMBAGIAN 1740 BEASISWA PESERTA DIDIK PPDS BK ( 2009 )
No Program study 2009
1 IPD 13 x 20 = 260
2 Anak 13 x 20 = 260
3 Bedah 14 x 20 = 280
4 Obsgyn 13 x 20 = 260
5 Anaestesi 9 x 20 = 180
6 Patologi Klinik 9 x 10 = 90
7 Jantung 7 x 5 = 35
8 Kul-Kel 11 x 5 = 55
9 Mata 11 x 5 = 55
10 Paru 6 x 5 = 30
11 Jiwa 9 x 5 = 45
12 Radiologi 6 x 10 = 60
13 Syaraf 10 x 5 = 50
14 THT 10 x 5 = 50
15 Rehab Medik 6 x 5 = 30
Jumlah 1740
Direncanakan sampai dengan tahun 2010 sebanyak 6000 beasiswa dari DEPKES.
NB : Cara bacanya 13 x 20 = 260
13 ( jumlah fakultas yang membuka Program Spesialisasi tersebut, misalnya: IPD )
20 ( jumlah maksimal beasiswa yang diberikan pada 1 FK bidang tersebut )
260 ( jumlah total PPDS seluruh fakultas yang menerima beasiswa di bidang tersebut )
PS : ini baru targetnya, belum tentu keisi semua. Makanya … daftar aja, sayang atuh.
Kalo mau hubungi PPDS BK...bs ke sekretariat POKJA PDSBK Gd. DEPKES lt 5 telp. 021-5214089. Bs ketemu dgn Ibu Mila, Pak Tanto, Bu Dani, PAk Tohari, Pak Imam. krn kl kt mengharapkan informasi dr dinkes bisa2 kita kelewatan lg periode berikut… krn kdg2 sosialisasi di Dinkes Provinsi dan kab/kota srg terlambat.
saya berharap kita semua solidaritas 2002 bs saling memberi info dan saling membantu... jika tmn2 semua sukses..rasa bangga dan ikut senang ada di hati kami. Keberanian dan nekat adalah awal keberhasilan.. ayo jgn menyerah... buat tmn2 agar tdk terpaku di UGM saja..klo periode oktober ini memang blm bs daftar ugm.. daftar aja solo/UNS, Unair-sby, Undip-smg... ayo tetap semangat!!!
-Viva Solidaritas 2002-
agusjati/ 10272 :)
Kamis, 20 Agustus 2009
Lowongan Rumah Sakit Akademik UGM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
UGM dalam waktu dekat akan mendirikan Rumah Sakit Akademik.
Pada tahap awal kami mengundang ANDA untuk bergabung dalam
TIM LAYANAN KESEHATAN TERBAIK KAMI sebagai:
TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN
I. TENAGA DOKTER DAN APOTEKER YANG MEMILIKI KEAHLIAN:
A. Dokter Umum dan Dokter Gigi
B. Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis
· Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Umum dan Nefro)
· Dokter Spesialis Kardiologi
· Dokter Spesialis Anak
· Dokter Spesialis Bedah
· Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan
· Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
· Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi
· Dokter Spesialis Syaraf
· Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
· Dokter Spesialis Patologi Klinik
· Dokter Spesialis Radiologi
· Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut
C. Apoteker (dengan minat Farmasi Klinik dan Komunitas)
Persyaratan Bagi TENAGA DOKTER DAN APOTEKER
a) Warga negara Indonesia
b) Usia maksimum 30 tahun untuk Dokter (Umum), Dokter Gigi, dan Apoteker
c) Usia maksimum 45 tahun untuk Dokter Spesialis
d) Diprioritaskan memiliki pengalaman kerja di bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun dan
apabila diterima bersedia melengkapi Surat keterangan dari tempat bekerja sebelumnya
e) Memiliki Surat Tanda Regristasi (untuk Dokter) atau Surat Ijin Kerja (untuk Apoteker)
f) Mampu Berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan baik (IELTS dengan skor minimum 5,5
atau TOEFL/ TOEFL Like dari Pusat Pelatihan Bahasa UGM dengan skor minimum 500)
g) Memiliki Etika Moral yg tinggi dan berjiwa entrepreneur
h) Sehat jasmani rohani dan bebas NAPZA
i) Memiliki Surat Kelakuan Baik
j) Bersedia melakukan kontrak kerja sebagai tenaga full-time
k) Menyertakan 2 referensi
II. TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN NON DOKTER YANG MEMILIKI KEAHLIAN:
A. Ners
B. Psikolog Klinis
C. Dietisian
D. Perawat (D4 atau D3 plus keahlian tertentu)
E. Perawat Gigi (D3)
F. Bidan (D4)
G. Pelaksana Gizi (D3)
H. Radiografer (D3)
I. Analis Laboratorium
J. Asisten Apoteker
K. Fisioterapis (D4 atau D3 plus keahlian tertentu)
L. Penata Rekam Medis (D3)
Persyaratan Bagi TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN NON DOKTER
a) Warga negara Indonesia
b) Usia maksimum 35 tahun
c) Memiliki pengalaman kerja sekurang-kurangnya 2 tahun dan apabila diterima bersedia melengkapi
Surat keterangan dari tempat bekerja sebelumnya
d) Memiliki sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi
e) Memiliki Etika Moral yg tinggi dan berjiwa entrepreneur
f) Sehat jasmani rohani dan bebas NAPSZA
g) Bersedia melakukan kontrak kerja sebagai tenaga full-time
h) Khusus untuk Ners: mampu berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan baik (IELTS dengan
skor minimum 5 atau TOEFL/ TOEFL Like dari Pusat Pelatihan Bahasa UGM dengan skor minimum
450)
i) Menyertakan 2 referensi
Kirimkan Lamaran ANDA dengan dilampiri :
1. Pasfoto berwarna terakhir ukuran 4 x 6 cm, 3 lembar
2. Fotocopy ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisasi oleh lembaga yang berwenang
3. Fotocopy KTP yang masih berlaku
4. Curriculum Vitae (CV)
5. Surat pernyataan dari organisasi profesi yang menyatakan tidak pernah melakukan tindakan tercela
6. Surat keterangan dari tempat bekerja sebelumnya mengenai pengalaman kerja
7. Surat Ijin Bekerja atau Surat Ijin Kerja
Surat lamaran dikirimkan ke :
Career Development Center (CDC) – UGM
Gedung Pusat UGM, Lantai 3, Sayap Selatan
Telp. : 0274 - 6491809
PALING LAMBAT JUMAT, 28 AGUSTUS 2009
YOGYAKARTA
UGM dalam waktu dekat akan mendirikan Rumah Sakit Akademik.
Pada tahap awal kami mengundang ANDA untuk bergabung dalam
TIM LAYANAN KESEHATAN TERBAIK KAMI sebagai:
TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN
I. TENAGA DOKTER DAN APOTEKER YANG MEMILIKI KEAHLIAN:
A. Dokter Umum dan Dokter Gigi
B. Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis
· Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Umum dan Nefro)
· Dokter Spesialis Kardiologi
· Dokter Spesialis Anak
· Dokter Spesialis Bedah
· Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan
· Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
· Dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi
· Dokter Spesialis Syaraf
· Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik
· Dokter Spesialis Patologi Klinik
· Dokter Spesialis Radiologi
· Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut
C. Apoteker (dengan minat Farmasi Klinik dan Komunitas)
Persyaratan Bagi TENAGA DOKTER DAN APOTEKER
a) Warga negara Indonesia
b) Usia maksimum 30 tahun untuk Dokter (Umum), Dokter Gigi, dan Apoteker
c) Usia maksimum 45 tahun untuk Dokter Spesialis
d) Diprioritaskan memiliki pengalaman kerja di bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun dan
apabila diterima bersedia melengkapi Surat keterangan dari tempat bekerja sebelumnya
e) Memiliki Surat Tanda Regristasi (untuk Dokter) atau Surat Ijin Kerja (untuk Apoteker)
f) Mampu Berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan baik (IELTS dengan skor minimum 5,5
atau TOEFL/ TOEFL Like dari Pusat Pelatihan Bahasa UGM dengan skor minimum 500)
g) Memiliki Etika Moral yg tinggi dan berjiwa entrepreneur
h) Sehat jasmani rohani dan bebas NAPZA
i) Memiliki Surat Kelakuan Baik
j) Bersedia melakukan kontrak kerja sebagai tenaga full-time
k) Menyertakan 2 referensi
II. TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN NON DOKTER YANG MEMILIKI KEAHLIAN:
A. Ners
B. Psikolog Klinis
C. Dietisian
D. Perawat (D4 atau D3 plus keahlian tertentu)
E. Perawat Gigi (D3)
F. Bidan (D4)
G. Pelaksana Gizi (D3)
H. Radiografer (D3)
I. Analis Laboratorium
J. Asisten Apoteker
K. Fisioterapis (D4 atau D3 plus keahlian tertentu)
L. Penata Rekam Medis (D3)
Persyaratan Bagi TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN NON DOKTER
a) Warga negara Indonesia
b) Usia maksimum 35 tahun
c) Memiliki pengalaman kerja sekurang-kurangnya 2 tahun dan apabila diterima bersedia melengkapi
Surat keterangan dari tempat bekerja sebelumnya
d) Memiliki sertifikat kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi
e) Memiliki Etika Moral yg tinggi dan berjiwa entrepreneur
f) Sehat jasmani rohani dan bebas NAPSZA
g) Bersedia melakukan kontrak kerja sebagai tenaga full-time
h) Khusus untuk Ners: mampu berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan baik (IELTS dengan
skor minimum 5 atau TOEFL/ TOEFL Like dari Pusat Pelatihan Bahasa UGM dengan skor minimum
450)
i) Menyertakan 2 referensi
Kirimkan Lamaran ANDA dengan dilampiri :
1. Pasfoto berwarna terakhir ukuran 4 x 6 cm, 3 lembar
2. Fotocopy ijazah dan transkrip nilai yang dilegalisasi oleh lembaga yang berwenang
3. Fotocopy KTP yang masih berlaku
4. Curriculum Vitae (CV)
5. Surat pernyataan dari organisasi profesi yang menyatakan tidak pernah melakukan tindakan tercela
6. Surat keterangan dari tempat bekerja sebelumnya mengenai pengalaman kerja
7. Surat Ijin Bekerja atau Surat Ijin Kerja
Surat lamaran dikirimkan ke :
Career Development Center (CDC) – UGM
Gedung Pusat UGM, Lantai 3, Sayap Selatan
Telp. : 0274 - 6491809
PALING LAMBAT JUMAT, 28 AGUSTUS 2009
Email tentang SKP sebelum STR
Ada info terbaru yg kontroversial, membuat diriku kesal mendengarnya dan aku sempat protes ttg SKP yg baru bisa dihitung sejak kita mendapat STR.
Info ini waktu aku ikut PIT (Pertemuan Ilmiah Tahunan) Nasional I untuk Dokter Praktik Umum tgl 14-16 Agustus 2009 di Plaza Bapindo Jakarta. Info PIT ini ada di mailing list kita, dari Dwi Retno. http://groups. yahoo.com/ group/fkugm2002/ attachments/ folder/860852226 /item/list
Dwi juga ikut PITnya. Thanks ya Dwi atas infonya...
Ceritanya begini, waktu PIT ada 1 sesi ttg P2KB (Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan) alias CPD (Continuing Professional Development) .
Topiknya ttg cara pengisian P2KB online lewat internet (liat diwww.idionline. org) dan kriteria memasukkan nilai2 SKP.
Kabar bagusnya, skrg SKP cukup 200 selama 5 tahun (dulu kan 250 SKP, udah didiskon 20% oleh KKI...diskon, sale, ..) dan ini pun baru kuketahui dari PIT. Di daerahku, IDI cabangnya (Ketapang, Kal-Bar) gak pernah bilang info ini tuh....
Kabar gak ga enaknya dan aku protes besar:
SKP baru bisa dihitung semenjak dokter memiliki STR.
Mari kita lihat STR masing2, punyaku biasa kusimpan dalam dompet.
Liatlah tanggal di belakangnya, tertanda Ketua KKI, punyaku tgl 28 Oktober 2008. Mgkn kebanyakan dari kita skitar Okt-Nov 2008.
Dampak dari kebijakan ini apa??
Ada peserta, dokter PTT dari Sulawesi Barat bertanya, "saya pelatihan ACLS sebelum saya dapat STR. Dihitung gak Bu?"
Pembicaranya (dr.Mahesa dan team): "tidak dihitung. baru dihitung sejak Anda mendapat STR."
Peserta: "Yah... (tampak kecewa).
Aku pun terkejut mendengar jawaban dari pembicara.
Aku tunjuk tangan dan mendapat giliran berbicara.
Aku: "Saya dr.Simon dari Ketapang, Kalimantan Barat. Saya terkejut mendengar ttg SKP tidak dihitung sebelom ada STR. Saya lulusan UGM, Agustus 2008. Sewaktu di UGM, kami pernah mengundang panitia dari P2KB (teman2 ingat gak waktu itu tgl 18 Juli 2008, sehari seblom Clinical Update 19-20 Juli 2008. Ada dekan kita, Prof.Hadyanto dan tim dokter dari JKT). Kami menanyakan ttg SKP dan katanya bisa dihitung sebelum mendapat STR. Saya juga panitia Clinical Update di UGM yg pernah mengadakan seminar sebelum kami mendapat STR. Ada 200an alumni UGM yang ikut. Juga kami ada yang ikut ACLS dan ATLS sebelum ada STR. Ini adalah tabungan SKP kami. Apakah semuanya menjadi sia2 dan tidak dihitung?? Mana peraturan yang mengatur ttg ini?
Hadirin: tepuk tangan.... dan banyak yg bisik2..
Pembicara: Nampaknya banyak yg ikut ATLS dan ACLS sebelum STR. Baiklah, kalo begitu, kami akan meninjau ulang dalam rapat ttg ATLS dan ACLS utk bisa dimasukkan SKP sebelum mendapat STR.
Sesi P2KB pun berakhir...
Untuk teman2ku semua dari UGM...
Mari kita perjuangkan SKP kita. Seingatku, sebelum mendapat STR, sambil menunggu pelantikan dokter dan setelah pelantikan dokter, angkatan kita (2002) banyak mengadakan seminar yg ada SKP IDI. Apakah semuanya akan menjadi sia2 aja SKP-nya?? Terutama Clinical Update yg pesertanya 200an orang dan SKPnya besar (12 SKP). Juga ada SKP dari pelatihan EKG dan yg lain.
Apakah SKP kita ini semua akan hangus sia2???
Melalui e-mail ini, saya meminta perhatian teman2. Apabila ada teman2 yg punya koneksi ke KKI, tlg tanyakan ttg kebijaksanaan ini. Mari kita perjuangkan SKP kita.
E-mail ini bersifat internal kita sesama dokter (terutama alumni UGM angkatan 2008, lulusan 2008). Harapan saya e-mail akan memberikan dampak positif dalam pengembangan kedokteran Indonesia, terutama kebijaksaan dari Bapak Ibu yg membuat aturan ttg dokter di Indonesia. Karena kebijakan SKP setelah STR akan berdampak besar.
Bayangkan, nantinya setiap mau pelantikan dokter, adik2 kelas kita akan malas mengadakan seminar ataupun workshop lagi. Karena SKP dari seminar yg mereka adakan, tidak bisa mereka pakai. Tidak seperti angkatan kita yg begitu semangat mengadakan seminar dan workshop. Bagaimana nasib pengembangan ilmu kedokteran nantinya???
E-mail saya ini tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun. Semata-mata demi memperjuangkan SKP saya dan teman2 yg senasib. Semoga e-mail ini tidak membuat saya menjadi kasus Prita vs Omni...
Terima kasih atas perhatian teman2 semuanya...
dr.Simon Y. Liem
Ketapang, Kalimantan Barat
Kamis, 06 Agustus 2009
Review : Pemilihan Antibiotika yang Rasional di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer
Penyakit infeksi adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Dalam menangani penyakit infeksi, pemberian antimikroba merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, selain pemberian obat-obatan simtomatik dan terapi suportif lainnya. Dengan tingginya angka kejadian infeksi, khususnya yang disebabkan oleh bakteri,
penggunaan antibiotikapun semakin meluas. Untuk itu diperlukan pemahaman mengenai dasar-dasar pemilihan antibiotika sehingga penggunaannya dapat lebih efektif dan efisien.
Berikut langkah yang dapat ditempuh dalam upaya memilih antibiotika secara rasional:
1. Pastikan bahwa pasien benar membutuhkan antibiotika, atau dengan kata lain, pastikan apakah pasien sungguh mengalami infeksi bakteri.
Salah satu pemeriksaan yang dapat membedakan infeksi bakteri sistemik akut dan infeksi virus adalah hitung leukosit. Pada infeksi bakteri sistemik jumlah leukosit meningkat dengan disertai peningkatan persentase neutrofil (batang dan segmen). Sedangkan infeksi virus umumnya tidak akan menyebabkan peningkatan neutrofil tetapi peningkatan limfosit dan/atau monosit.
2. Perkirakan bakteri yang menjadi penyebab infeksi Perkiraan ini didasarkan pada kemungkinan lokasi infeksi primer yang dapat ditentukan
dari hasil analisis terhadap berbagai gejala, tanda serta hasil uji laboratorium yang ditemukan pada pemeriksaan.
3. Tentukan beberapa pilihan antibiotika yang memiliki efektifitas terhadap
dugaan bakteri penyebab
4. Pertimbangkan riwayat pemberian antibiotik sebelumnya Kemampuan adaptasi bakteri yang sangat tinggi menyebabkan besarnya kemungkinan
bahwa bakteri tersebut telah resisten terhadap antibiotik yang sebelumnya diberikan.
5. Pertimbangkan kemampuan penetrasi pilihan antibiotika ke lokasi fokus
infeksi
6. Pertimbangkan apakah terdapat kontraindikasi pemberian pilihan antibiotika, misalnya dalam hal usia, alergi, gangguan fungsi ginjal atau hati, dan lain-lain.
7. Tentukan bentuk sediaan dan dosis antibiotika yang diberikan berdasarkan berat badan, keadaan fungsi ginjal dan hati pasien.
8. Pertimbangkan apakah harga antibiotika terjangkau oleh pasien.
Bila terdapat beberapa pilihan antibiotika dengan tingkat efektifitas dan keamanan yang sebanding, pilihlah antibiotik yang paling cost-effective.
penggunaan antibiotikapun semakin meluas. Untuk itu diperlukan pemahaman mengenai dasar-dasar pemilihan antibiotika sehingga penggunaannya dapat lebih efektif dan efisien.
Berikut langkah yang dapat ditempuh dalam upaya memilih antibiotika secara rasional:
1. Pastikan bahwa pasien benar membutuhkan antibiotika, atau dengan kata lain, pastikan apakah pasien sungguh mengalami infeksi bakteri.
Salah satu pemeriksaan yang dapat membedakan infeksi bakteri sistemik akut dan infeksi virus adalah hitung leukosit. Pada infeksi bakteri sistemik jumlah leukosit meningkat dengan disertai peningkatan persentase neutrofil (batang dan segmen). Sedangkan infeksi virus umumnya tidak akan menyebabkan peningkatan neutrofil tetapi peningkatan limfosit dan/atau monosit.
2. Perkirakan bakteri yang menjadi penyebab infeksi Perkiraan ini didasarkan pada kemungkinan lokasi infeksi primer yang dapat ditentukan
dari hasil analisis terhadap berbagai gejala, tanda serta hasil uji laboratorium yang ditemukan pada pemeriksaan.
3. Tentukan beberapa pilihan antibiotika yang memiliki efektifitas terhadap
dugaan bakteri penyebab
4. Pertimbangkan riwayat pemberian antibiotik sebelumnya Kemampuan adaptasi bakteri yang sangat tinggi menyebabkan besarnya kemungkinan
bahwa bakteri tersebut telah resisten terhadap antibiotik yang sebelumnya diberikan.
5. Pertimbangkan kemampuan penetrasi pilihan antibiotika ke lokasi fokus
infeksi
6. Pertimbangkan apakah terdapat kontraindikasi pemberian pilihan antibiotika, misalnya dalam hal usia, alergi, gangguan fungsi ginjal atau hati, dan lain-lain.
7. Tentukan bentuk sediaan dan dosis antibiotika yang diberikan berdasarkan berat badan, keadaan fungsi ginjal dan hati pasien.
8. Pertimbangkan apakah harga antibiotika terjangkau oleh pasien.
Bila terdapat beberapa pilihan antibiotika dengan tingkat efektifitas dan keamanan yang sebanding, pilihlah antibiotik yang paling cost-effective.
Panduan Diagnosis dan Pengelolaan Osteoartritis
Teman2 ini ada konsensu dari Ikatan Reumatologi IndonesIa ttg OA : Panduan Diagnosis dan Penglolaan Osteoartritis
klik alamat link dibwah ini utk mendownload
http://reumatologiindonesi a.org/downloads_03/downloa d_13.pdf
klik alamat link dibwah ini utk mendownload
http://reumatologiindonesi
Selasa, 23 Juni 2009
Kesempatan bagi Yang Ingin Jadi Staf FK UI, dibiayai sekolah spesialis
DIBUTUHKAN SEGERA
Dua (2) orang Lulusan Dokter Baru Sebagai Staf Pengajar Departemen Mikrobiologi FK UI
catatan : departemen akan menanggung biaya SPP Pendidikan spesialis Mikrobioologi Klinik
Syarat :
1. Sehat jasmani dan Rohani
2. Berkribadian Baik
3. Usia dibawah 30 tahun
4. berdedikasi tinggi dan dapat bekerja dalam tim
5. Bersedia menjadi staf departemen mikrobiologi FK UI secara Purna waktu.
6. IPK minimal 3,00
7. Mengajukan Lamaran Tertulis kepada Ketua departemen Mikrobiologi FK UI, Ft.copi Ijazah dokter dilegalisir,Transkrip akademik dilegalisir dan daftar Riwayat hidup (CV)
Hubungi : Departemen Mikrobiologi FK UI
Telp. 021-31922850
021-3160491 ext 92
Fax : 021-3100810
Dua (2) orang Lulusan Dokter Baru Sebagai Staf Pengajar Departemen Mikrobiologi FK UI
catatan : departemen akan menanggung biaya SPP Pendidikan spesialis Mikrobioologi Klinik
Syarat :
1. Sehat jasmani dan Rohani
2. Berkribadian Baik
3. Usia dibawah 30 tahun
4. berdedikasi tinggi dan dapat bekerja dalam tim
5. Bersedia menjadi staf departemen mikrobiologi FK UI secara Purna waktu.
6. IPK minimal 3,00
7. Mengajukan Lamaran Tertulis kepada Ketua departemen Mikrobiologi FK UI, Ft.copi Ijazah dokter dilegalisir,Transkrip akademik dilegalisir dan daftar Riwayat hidup (CV)
Hubungi : Departemen Mikrobiologi FK UI
Telp. 021-31922850
021-3160491 ext 92
Fax : 021-3100810
Langgan:
Entri (Atom)
